WALI KOTA SUKABUMI MENGHADIRI GRAND LAUNCHING PROGRAM CONVERTER GAS

 2019-01-11


Wali Kota Sukabumi, H. Achmad Fahmi, menghadiri Grand Launching Program Converter Gas untuk BRT (Bus Rapid Transit) Trans Semarang dan Seminar Nasional Transportasi Membangun Negeri, tepatnya tanggal 9 Januari 2019, di Hotel Patra Semarang Jawa Tengah. Sedangkan para pejabat lainnya yang hadir dalam kesempatan tersebut, antara lain Dirjen (Direktur Jenderal) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Budi Setiyadi, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, para Bupati dan Wali Kota lainnya, delegasi dari Jepang, diantaranya Wali Kota Toyama, Masashi Mori dan jajarannya, serta para tamu undangan lainnya.

Pada sela-sela kegiatan tersebut Wali Kota Sukabumi menjelaskan, para Kepala Daerah berkomitmen ingin melakukan percepatan pembangunan transportasi, dari yang sebelumnya menggunakan kendaraan kecil sekarang menggunakan bus, yang lebih dikenal dengan sebutan BRT, serta lebih nyaman dan menyenangkan bagi para penumpang. Diharapkannya, dengan menggunakan transportasi tersebut dapat mengurai kemacetan dan kepadatan lalu lintas. Hal tersebut menjadi pemicu dan penyemangat bagi Pemerintah Kota Sukabumi, untuk terus melakukan pembenahan dan penataan transportasi di wilayah Kota Sukabumi.

Dijelaskan pula, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan dalam mewujudkan hal tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi sudah mendapat hibah 5 unit BRT dari Kementerian Perhubungan RI. Bus tersebut akan dioperasikan bekerjasama dan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Karena daerah operasinya akan menggunakan sebagian wilayah Kabupaten Sukabumi, serta tidak akan mengganggu terhadap trayek-trayek yang sudah ada, seperti trayek Angkot (Angkutan Kota).

Lebih jauh Wali Kota Sukabumi menjelaskan, seperti dikatakan Wali Kota Semarang, sebanyak 72 BRT Trans Semarang kini mulai menggunakan bahan bakar gas. Program konversi bahan bakar solar ke gas ini, terealisasi berkat kerja sama Pemerintah Kota Semarang dengan Pemerintah Kota Toyama Jepang, menindaklanjuti MoU atau kesepakatan kerja sama yang dilaksanakan pada tanggal 14 Desember 2017 yang lalu. Adapun untuk skema pembiayaan program tersebut mencapai Rp. 10 milyar, yang terdiri dari 50 persen bantuan dari Pemerintah Kota Toyama Jepang serta 50 persen dari APBD (Anggaran Pendaoatan dan Belanja Derah) Kota Semarang.

Dijelaskannya, uji coba program tersebut sudah dilakukan pada tanggal 23 Juli 2017 yang lalu, dengan jarak tempuh BRT Trans Semarang sepanjang 16,5 kilometer menggunakan bahan bakar gas. Hasilnya cukup efektif, yakni hanya butuh 1,48 liter solar dan 4,0 Lsp gas dengan biaya Rp. 20.084,00. Sedangkan apabila menggunakan bahan bakar solar dibutuhkan sebanyak 5,5 liter dengan biaya Rp. 28.325,00.

sumber : sukabumikota.go.id


Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum
Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Sukabumi
Jl. R. Syamsudin, SH. No. 25 Sukabumi Tlp (0266) 220294
2019 © JDIH Kota Sukabumi